Berkunjung ke Objek Wisata Bantul, Tak Perlu Takut Saat Musim Hujan

Admin Desa 15 Januari 2020 18:57:02 WIB

BANTUL (MERAPI) – Sebagian besar destinasi wisata di Bantul merupakan wisata alam yang bersinggungan langsung dengan potensi bencana. Namun wisatawan tidak perlu takut berkunjung saat musim penghujan. Pemerintah daerah terus melakukan antisipasi dan pengamanan terhadap kunjungan wisatawan. Hanya saja, pemerintah dalam hal ini mengimbau agar masyarakat tetap hati-hati dan selalu waspada terhadap potensi-potensi bencana yang ada.

Kepala Dinas Pariwisata (Dinpar) Bantul, Kwintarto Heru Prabowo menyebut sudah berkoordinasi secara intensif dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bantul untuk melakukan antisipasi. Termasuk rapat koordinasi yang telah dilakukan beberapa hari yang lalu. BPBD menurutnya langsung menindaklanjuti dengan mendatangi dan melakukan pengecekan di sejumlah destinasi yang dinilai memiliki potensi bencana. Dia berharap wisatawan merasa nyaman berlibur di Bantul. “Jadi tidak perlu khawatir dan jangan takut, yang penting tetap hati-hati dan waspada,” tegasnya, Jumat (10/1).

Selain itu Dinpar Bantul juga mengimbau kepada para pengelola wisata untuk lebih tanggap terhadap potensi bencana yang bisa datang sewaktu-waktu. Terutama destinasi wisata yang berada di sungai atau di pegunungan rawan longsor. Untuk pengelola wisata di sungai sudah barang tentu perlu mengintensifkan komunikasi dan koordinasi dengan warga atau pengelola wisata lain di aliran lebih hulu. Sehingga dapat memberi informasi kepada wisatawan atau pihak lain terkait potensi bencana seperti banjir lebih dini. “Kalau sungai yang di atas banjir, sebelum sampai bisa menginformasikan kepada pengunjung dan jejaring lainnya,” sebutnya.

Sementara, Kasi Pelayanan Desa Selopamiro, Imogiri, Danang Kumorojati membenarkan potensi bencana yang meningkat pada saat musim hujan. Terlebih lagi destinasi wisata yang dikelola desanya bersama warga dan pokdarwis itu berada di aliran Sungai Oya. Karakter sungai yang memiliki arus sangat deras ketika banjir menjadi perhatian khusus bagi pengelola. Untuk mengantisipasi bencana banjir, pihaknya selalu berkoordinasi dengan warga dan pengelola wisata lain di daerah hulu. “Biasanya kita sudah dikabari dulu, jadi sebelum banjir datang wisatawan sudah kita amankan,” ungkapnya.

Kesadaran tingginya potensi bencana ini nampaknya sudah diantisipasi sejak awal oleh pengelola Selopamiro Adventure Park ini. Setidaknya sudah empat kali pelatihan dilaksanakan untuk meningkatkan kapasitas pemandu. Tidak terkecuali pelatihan untuk antisipasi dan penanganan bencana di lokasi wisata yang digelar beberapa bulan lalu bersama Universitas Gajah Mada. Sementara untuk tahun ini pihaknya berencana menambah fasilitas keselamatan berupa jaket pelampung sebanyak 50 buah. “Kita juga sudah anggarkan untuk pembelian motor atv sebagai alternatif wahana selain air, kita akan beli 5 unit tahun ini,” pungkasnya. (C-1)

Belum ada komentar atas artikel ini, silakan tuliskan dalam formulir berikut ini

Formulir Penulisan Komentar

Nama
Alamat e-mail
Komentar
Isikan kode Captcha di atas
 

Media Sosial

FacebookTwitterGoogle PlussYoutube

Statistik Kunjungan

Hari ini
Kemarin
Jumlah pengunjung

Musik Hari Ini

Desa Budaya Selopamioro

Selopamioro Adventure Park and Via Ferrata

Lokasi SELOPAMIORO

tampilkan dalam peta lebih besar